Sabtu, 30 Mei 2015

Test Pack Positif Tapi Dokter Bilang Ga Hamil

Setelah telat 2 hari langsung  test pack dan alhamdulillah hasilnya 2 garis, yang berarti aku positif hamil. Malam ketiga setelah test hamil, entah kenapa, perut terasa sakit, dan buang air kecil tidak bisa ditahan sampai harus menggunakan pembalut agar bisa tidur. Ternyata paginya aku baru sadar kalau itu pendarahan.

Saat paginya, aku langsung ke Puskesmas Kampung Sawah, karena selain lokasinya yang dekat, ke Puskesmas juga berarti akan mendapat rujukan ke RS lain jika diperlukan tindakan medis yang lebih besar.

Saat tiba di Puskesmas, entah mengapa badan terasa lemas. Dokter yang memeriksa langsung merujuk ke RS. Alhamdulillah, dokter yang membuat rujukan tidak mempermasalahkan BPJSku yang terdaftar di Puskesmas Kebon Jeruk. Saat ditanya mau ke RS mana? Aku hanya meminta ke RS yang terdekat. Selain karena badan terasa sangat lemas, perjalanan juga membuat perutku sakit. Karena aku ke Puskesmas sendiri, terpaksa menelpon suami yang sudah 2 malam tidak pulang karena acara kantor di Jakarta.

Karena kondisi jalan yang macet, akhirnya adik iparku yang duluan sampai di Puskesmas dan membawa ke RS Cinta Kasih Ciputat. Sesampainya disana, administrasi meminta untuk memfotokopi surat pengantar BPJS, kartu BPJS (punyaku masih ASKES) dan KTP masing masing 3 lembar. Untung saja diantar, kalau sendiri, pasti ga sanggup untuk mencari toko fotokopi di luar RS.
Saat menunggu, suami dan ibu mertua datang, karena badan yang lemas, akhirnya aku tiduran di kursi ruang tunggu. Perawat yang melihat menyarankan aku untuk tidur di salah satu ruang pemeriksaan yang tidak dipakai (Alhamdulillah J).

Setelah menunggu beberapa lama, namaku dipanggil, dengan di papah suami akhirnya aku keruang pemeriksaan, dokter yang meihat kondisiku langsung menyarankan untuk rawat inap. Saat di USG dokter tidak melihat ada penebalan rahim, dan mengatakan aku tidak hamil. Dan meminta aku untuk tes ulang kehamilan. Setelah tes urine, hasilnya positif. Dokter dan perawat tetap meragukan aku hamil dan menduga aku sudah keguguran.

Mengikuti saran dokter, akhirnya aku dirawat. Dengan BPJS aku mendapat kelas 1. Kamar kelas satu cukup nyaman walaupun kurang bersih. Aku mendapat 1 kamar sendiri dengan fasilitas AC, TV, Kulkas, dan yang menunggu juga mendapat 1 kasur. Makanannya juga lumayan. Tetapi perawatnya kurang ramah, sangat berbeda dengan perawat ketika pemeriksaan awal. Setiap perawat yang masuk aku ditanyakan pertanyaan yang sama, sakit apa? Hamil atau lahiran? Bahkan ada yang salah nama. Seharusnya setiap perawat membaca status pasien sebelum masuk ke kamar pasien. Seharusnya aku yang bertanya, aku hamil atau keguguran?

Akhirnya  aku keluar dari RS Cinta Kasih Ciputat dan Alhamdulillah semuanya ditanggung BPJS dan tidak dipungut 1 rupiah pun.

Atas saran beberapa teman, aku mencari RS yang melakukan USG Transvaginal. RS Cinta Kasih katanya memiliki USG Transvaginal, tetapi tidak digunakan.

Setelah 2 hari keluar dari RS, aku melakukan pemeriksaanKe RS Harapan Kita, dan sengaja request Dokter kandungan perempuan, dr. Sadina. Setelah menunggu dari pkl 8.00, akhirnya dipanggil pkl 15.00 dan langsung di USG Transvaginal. Alhamdulillah Positif dengan umur kehamilan hampir 5 minggu. Dokter Sadina mengatakan kehamilan awal memang tidak terlihat dengan USG ditas perut. Walaupun membayar biaya Rp 470 rb. hati terasa lega luar biasa. Sekarang tinggal fokus menjaga dan merawat calon adik Arkan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar